arrow_upward

Di Tengah Naiknya Harga Kebutuhan Pokok, TTIC Hadir Menjawab Kegelisahan Masyarakat

Senin, 28 Maret 2022 : 16.47

Kepala Dinas Pangan Sumbar didampingi Kepala UPTD Distribusi, Pasokan, dan Akses Pangan, Amelia  memberikan secara simbolis telur kepada konsumen usai dibelinya dengan harga subsidi. (effendi)

Padang, Analisakini.id-Pangan murah dan bersubsidi di pasar mitra petani atau Toko Tani Indonesia Central (TTIC) Sumbar di jalan by pass, Padang, diminati masyarakat. Apalagi kondisi saat ini, beberapa bahan pokok harganya naik, di TTIC harga sangat manenggang.

Kepala Dinas Pangan Sumbar, Efendi, Senin (28/3/2022) di lokasi pangan murah, menyebutkan, pangan murah dan bersubsidi digelar dalam rangka meringankan beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok saat menghadapi puasa Ramadhan.

"Daya beli masyarakat rendah dan sejumlah kebutuhan pangan ada yang harganya meningkat dan ada pula yang menurun. Tapi secara umum sekarang harganya relatif stabil. Kegiatan ini semata-mata untuk meringankan beban masyarakat," kata Efendi.

Disebutkan, sejak TTIC dilaunching dan dilanjutkan dengan peresmian Kantor UPTD Distribusi Pasokan dan Akses Pangan atau Rumah Inflasi Dinas Pangan Sumbar yang diberi nama TTIC di By Pass, Padang, hingga kini terus dinanti masyarakat.

Selain di TTIC, untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dalam mendapatkan pangan murah, Dinas Pangan mengoperasional enam kendaraan TTIC menjangkau titik-titik yang cukup jauh sesuai permintaan masyarakat.

"Prinsipnya, TTIC hadir sebagai sarana pengendali stabilisasi pasokan dan harga pangan di Sumbar, benar-benar membantu petani dan konsumen," sebutnya.

Gubernur Mahyeldi Ansharullah sebelumnya berharap harga komoditi 10 kebutuhan pokok pangan terkendali dengan hadirnya Toko Tani Indonesia Center (TTIC) atau Rumah Inflasi. Khususnya, saat menghadapi hari besar keagamaan nasional, termasuk hadapi Ramadhan.

Bahkan Sumbar meraih penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik se-Sumatera salah satu faktor pendukungnya adalah hadirnya TTIC yang berperan dalam menjaga kestabilan harga.

Jadi dengan hadirnya TTIC ini, petani mendapatkan keuntungan dan tidak ditekan oleh pedagang. Masyarakat beruntung pula bisa membeli dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasar.

Kemudian, distribusi kebutuhan pokok tersebut terkendali dengan baik sehingga pertumbuhan situasi ekonomi terjaga karena daya beli dan inflasi terjaga sehingga masyarakat pun mendapatkan kebaikan dengan adanya rumah inflasi. 

'Terima Kasih Pak Gubernur'

Yeni, seorang ibu rumah tangga merasa terbantu dengan adanya komoditi pangan dengan harga murah dan bersubsidi. Gula misalnya, belakangan harganya naik dan dia beli sekitar 14 ribu sampai 15 ribu per kilogram. Di pasar mitra petani, harganya menjadi Rp12 ribu per kg atau Rp24 ribu per 2 kg.

"Dapat subdisi Rp5 ribu," katanya seraya menyebut saat membeli gula, dia dafyra dulu untuk mengambil kupon subsidi yang disediakan panitia.

"Terimakasih Pak Gubernur Mahyeldi. Terimakasih Pak Wagub Audy Joinaldy. Pangan bersubsidi yang diadakan Dinas Pangan Sumbar ini benar-benar membantu kami,"sambung ibu yang mengaku tinggal di kawasan Maransi, Nanggalo ini.

Tak hanya Yeni, Vera,  ibu yang tinggal di kawasan Surau Gadang, juga mengatakan hal senada. Apalagi untuk komoditi telur sekarang harganya cukup tinggi sehingga dengan hadirnya pangan murah dan bersubsidi ini, kebutuhan pangan mereka terpenuhi. "Anak-anak suka telur. Harga sekarang, sedang naik. Untung ada bazar pangan murah ini,"terang dia.

Kepala UPTD Distribusi, Pasokan, dan Akses Pangan, Dinas Pangan Sumbar, Amelia, S.Pt, MM, pangan murah tersebut diadakan selama empat hari (28-31 Maret 2022) di TTIC dengan menawarkan sejumlah kebutuhan pangan. 

Bahkan enam komoditi pangan di antaranya, dapat subsidi. Rincianya beras, harga normal Rp115 ribu/10 kg disubsidi Rp10 ribu menjadi Rp105 ribu/10 kg, lalu cabe merah dari Rp30 ribu menjadi Rp25 rib, bawang merah dari Rp25 ribu/kg menjadi Rp20 ribu/kg.

Lainnya, minyak goreng Rp42 ribu/2 liter menjadi Rp37 ribu/2 liter, gula pasir dari Rp29 ribu/2 kg menjadi Rp24 ribu/2 kg dan telur ayam ras dari Rp40 ribu/30 butir menjadi Rp35 ribu/30 butir.

Komoditi pangan lainnya tidak subsidi tapi harga relatif murah, karena didatangkan langsung dari petani dan distributor. Di TTIC ada aneka sayuran, olahan ikan, daging dan lainnya.

Harga-harga yang ditawarkan di sana relatif lebih murah dan memudahkan masyarakat. Dengan menjual 10 macam bahan pokok di antaranya: cabe merah, bawang merah, bawang putih, beras, gula, minyak, telur, ayam, kacang tanah, petai dan jengkol. (***)

Seorang petugas layani pengunjung untuk mendapatkan kupon yang akan digunakan untuk beli beras. (ist)




Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved