arrow_upward

Nilainya Rp34 Miliar, Gubernur Mahyeldi Saksikan Pembayaran Ganti Kerugian Tol Ruas Padang-Pekanbaru

Kamis, 30 Desember 2021 : 17.11

 

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi didampingi Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmang menyaksikan proses pembayaran ganti kerugian tol ruas Padang-Pekanbaru. (adpim).

Padang Pariaman, Analisakini.id- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi didampingi Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmang menyaksikan proses pembayaran ganti kerugian tol ruas Padang-Pekanbaru, Sesi Kapalo Hilalang-Sicincin-Lubuk Alung-Padang, di Hall Ibu Kota Kabupaten (IKK) Nagari Parik Malintang Kecamatan Enam Lingkung.

Juga terlihat hadir dalam acara ini, Staf Ahli Gubernur Sumbar Syafrizal, Perwakilan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Perwakilan BIN Daerah Sumatera Barat, Polres Padang Pariaman dan Kodim 0308 Pariaman, Pejabat Pembuat Komitmen Kementrian PUPR, Kepala Bagian Dana dan Jasa Kanwil BRI Cabang Padang, Kabid Pengadaan Tanah dan Pengembangan Yuhendri, Plt. Camat Lubuk Alung Zarmiati, Kabag TPKS Setdakab. Wirson, dan masyarakat penerima uang ganti kerugian tol ini.

Gubernur mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan tol ini sehingga, biaya ganti kerugian dapat dibayarkan pada hari ini, dengan tertib dan lancar.

"Hari ini merupakan pertemaun yang ke-16, untuk pembayaran ganti kerugian tol ruas Padang-Pekanbaru Seksi Kapalo hilalang-Sicincin-Lubuk Alung-Padang ini. Dimana sudah selesai dibayarkan kurang lebih 1000 titik, jadi tinggal tugas Hutama Karya untuk pelaksanaan pembangunan selanjutnya", ujar Mahyeldi, Kamis (30/12/2012).

Mahyeldi mengatakan, sejak dilantiknya Bupati dan Walikota se Sumatera Barat pada Februari hari lalu, dua tugas utama yang ditekankan yakninya penanggulangan covid dan kelancaran pembangunan termasuk jalan tol.

"Dan yang menjadi tugas kami dalam pembangunan tol ini, adalah sosialisasi dan penetapan lokasi, ketika penetapan lokasi telah dilaksanakan maka pembangunan tol ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan," katanya.

Gubernur juga menambahkan, tidak ada pihak yang menghambat pelaksanaan tol ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang ingin daerahnya juga dilalui jalur tol, karena tol ini bermanfaat dan memberikan keuntungan kemajuan pembangunan daerah.

"Pergunakan uang ganti kerugian tol ini dengan sebaik-baiknya serta  untuk hal yang bermanfaat sehingga, uang ini dapat memberikan nilai tambah dan tidak habis secara percuma," harap Mahyeldi.

Sebelumnya, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmang mengatakan hari itu diserahkan ganti kerugian untuk 33 bidang dengan dana lebih kurang Rp34 miliar yang diberikan oleh Pemerintah kepada masyarakat Nagari Sungai Buluh Selatan, Sungai Buluh Barat, Nagari Lubuk Alung dan Nagari Sicincin.

"Semoga ganti kerugian ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat yang menerima dan dapat dipergunakan terhadap keperluan jangka panjang. Seperti membelikan tanah kembali sebagai investasi atau membangun usaha yang dapat menunjang perekonomian. Kami juga berharap, dengan adanya pembangunan jalan tol ini dapat menjamin keberlangsungan program pembangun nasional dan bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan BPN Sumbar Yuhendri,  menyampaikan hasil inventarisasi dan identifikasi 1.486 bidang, pengumuman 1.471 bidang, penilaian 1.232 bidang, dan musyawarah 1.083 bidang. 

Sementara target berikutnya, untuk kelengkapan dokumen 226 bidang yang sudah dimusyawarahkan dan 203 bidang yang dalam penilaian, progres secara keseluruhan kegiatan pengadaan tanah ini sesuai dengan tahapannya sudah sebesar 77 persen. Dimana, biaya ganti kerugian ini diberikan langsung oleh Kementerian PUPR.

"Kami harapkan kepada masyarakat yang terkena dampak tol ini yang belum menerima uang ganti kerugian, insyaallah jika hal ini segera dipenuhi mudah-mudahan dapat kita serahkan uang ganti kerugian kepada semua pemiliknya,"tutupnya. (***)


Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved