arrow_upward

Dicari Ketum IKA Unand yang Tegak di Tengah

Jumat, 06 Agustus 2021 : 17.45
Effendi

Oleh Effendi

Besok, Sabtu (7/8/2021), kongres VI IKA Unand digelar. Agendanya adalah memilih Ketum IKA Unand. Berdasarkan penetapan panitia pelaksana ada enam Caketum yang memenuhi syarat dan maju. Mereka adalah Surya Tri Harto, Rustian, Khairul Ikhwan, Imelda Sari, Denny B Latif, Suherman Noerman.

Benar, semuanya adalah alumni terbaik Unand dan termasuk sukses di dunia masing-masing. Keenamnya juga berasal dari fakultas yang berbeda. Singkat kata, mereka adalah alumni Unand yang hebat. Disegani, punya nama dan top. 

Karena yang menjadi Ketum IKA Unand hanya seorang, tentu mau tak mau harus dipilih  (bisa voting atau aklamasi) seorang diantara keenam figur kebanggaan Unand tersebut. Siapa gerangan yang pas dan pantas? Nah ini dia dan kita perlu belajar dari sejarah.

Masih ingatkah Pilgub Sumbar akhir 2020 lalu? Rasanya pasti ingat. Di masa kampanye, tiba-tiba dikejutkan dengan munculnya beberapa baliho besar di beberapa sudut kota Padang, termasuk beberapa spanduk kecil di berbagai pelosok negeri.

Isi spanduk itu adalah Alumni Unand Dukung Mahyeldi sebagai Calon Gubernur Sumbar 2021-2024. Sontak kehadiran spanduk ini mengejutkan. Ada yang mamburansang, ada yang senyum-senyum saja dan ada yang mendukung. 

Di grup whatsApp, DPP IKA Unand, heboh pula. Diskusi alot terjadi. Ada yang menyebutkan DPP IKA Unand harus netral, tidak boleh menyatakan dukung mendukung salah satu calon kepala daerah. Tapi ada juga yang menyatakan, DPP IKA Unand memang netral. Itu hanya sikap dan spontanitas alumni Unand. Mereka tidak membawa logo Unand maupun alumni. 

Apalagi, mereka yang mengatasnamakan alumni Unand itu beralasan, dari delapan kontestan Pilgub Sumbar (4 cagub dan 4 cawagub), hanya seorang alumni Unand, yaitu Cagub Mahyeldi.  Mahyeldi juga menjabat Ketum DPP IKA FPUA.

Tapi beberapa pengurus DPP IKA Unand tidak menerima alasan itu. Bahkan akan berupaya pula menggalang dan membuat spanduk, alumni Unand tidak mendukung Mahyeldi.

Akhirnya DPP IKA Unand bersikap. “Ya, secara organisasi kita bersikap netral. Namun bagi almumni secara individu yang aktif berpolitik, termasuk mendukung suatu pasangan calon diminta untuk tidak mengatasnamakan IKA Unand dan juga tidak memakai logo organisasi dalam dukung mendukung,” kata Ketua Harian DPP IKA Unand, Surya Tri Harto seperti dilansir di beberapa media.

Namun, secara organisasi, IKA Unand bersikap netral dan para alumni dilarang untuk mengatasnamakan IKA Unand termasuk memakai logo dalam memberikan dukungan kepada pasangan calon kepala daerah, baik gubernur, bupati maupun walikota.

Penegasan itu dituangkan dalam Maklumat DPP IKA Unand No. 011/DPP-IKA/XI/2020 tertanggal 17 November 2020 yang ditandatangani langsung Ketua Umumnya, Dr. Asman Abnur, SE, M.Si dan Sekjen Prof. Dr.Ir. Reni Mayerni, MP.

Tapi tak lama setelah terbit Maklumat itu, Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan turun ke Sumbar untuk memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Mulyadi-Ali Mukhni (Mualim) pada Pilgub Sumbar 2020. Zulkifli hadir pada temu kader PAN dari seluruh daerah di Sumbar.

Pada acara temu kader PAN tampak hadir Mulyadi-Ali Mukhni yang disambut meriah oleh para kader. Hadir juga Wakil Ketua Umum PAN Asman Abnur, Epyardi Asda, anggota DPR RI yang juga Wasekjen Demokrat Athari Gauthi dan petinggi PAN lainnya.

“Kita tinggal menghitung hari, tidak sampai dua minggu. Saya instruksikan untuk terus bekerja keras. Ini pilihan gubernur, pilihan kepala daerah, pertarungan politik,” ucap Zulkifli di Padang, Kamis (19/11/2020).

Setelah itu beredar pula, pantas begitu sikap DPP IKA Unand, karena Ketum DPP IKA Unand Asman Abnur adalah Waketum DPP PAN dan PAN pada Pilgub mendukung pasangan Mualim. 

Meski Asman Abnur tidak pernah sama sekali membawa nama Unand, hanya sebagai petinggi PAN, tapi sulit memisahkannya. Publik tetap beranggapan, Ketum DPP IKA Unand adalah petinggi PAN, tentu juga akan mendukung dan berupaya pula memenangkan kader PAN yang maju Pilkada.

Nah ini pelajaran buat kita semua dan tentunya juga pemilik suara pada Kongres IKA Unand. Orang partai atau yang beralifiasi ke parpol tertentu, 'dipastikan' akan mengalami hal serupa ke depan. Dan tentu sedikit banyaknya akan berdampak kepada organisasi alumni sendiri.

Kita rindu saat DPP IKA Unand dipimpin oleh figur non partai seperti Syofyan Aswani, Zainal Bakar, Gamawan Fauzi dan Fasli Jalal. Mereka adalah akademisi dan birokrat Bukanlah orang partai sehingga bisa tegak di tengah. Perlu dicatat, alumni Unand itu lebih 140 ribuan. Cukuo banyak juga orang partai dari partai yang berbeda pula.

Lantas kriteria lainnya? Sekali lagi, semua caketum adalah alumni terbaik Unand dan punya hak untuk memimpin IKA Unand. Tapi, kita juga harus fair dan objektif. Rekam jejak enam caketum itu mesti dilihat. Jangan hanya pas mau kongres saja muncul, selama ini entah dimana.

Dan di era kini, meminjam istilah Ketua DPD Partai Golkar Sumbar Khairunas yang diarahkan kepada kadernya, yang jadi ketua itu, syarat dua, loyal dan royal. Loyal kepada Partai Golkar dan royal karena butuh 'amunisi' dan hal lain untuk berkegiatan dalam rangka membesarkan partai. 

Rasanya istilah loyal dan royal ini, pas juga untuk Ketum IKA Unand mendatang. Loyal terhadap almamater. Dan royal dalam menyukseskan berbagai kegiatan dalam rangka membesarkan almamater dan alumni. Apalagi, sekali lagi, alumni Unand banyak yang hebat di berbagai profesi.

Hal penting lainnya, kegiatan yang berdampak kepada almamater, mahasiswa, alumni dan dalam kontek pengabdian masyarakat wajib menjadi program dan diagendakan. Jangan hanya meriah saat Kongres saja, tapi setelah itu nyaris tak terdengar, sebelum kongres berikutnya tiba.

Ketum DPP IKA Unand ke depan, harus mampu membawa DPP IKA Unand lebih 'bertaji' dalam banyak kegiatan yang bermanfaat. Bisa dikoordinasikan dengan pihak kampus dan UKM di Unand. Sekali lagi, ini adalah momentum untuk membesarkan nama Unand. Unggul melahirkan SDM berkualitas, kegiatan yang diadakan benar-benar bermanfaat dan banyak lagi. Semoga terwujud. (***)

Penulis alumni Fakultas Pertanian Unand

Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved