arrow_upward

Warga Kota Padang yang Langgar Protokol Kesehatan Ditindak Tegas

Monday, 21 September 2020 : 19:55

 

Sejumlah warga yang melanggar Perda tentang AKB dan Perwako Padang nomor 49/2020 diberi sanksi menyapu bersihkan sampah. (humas)

Padang, AnalisaKini.id- Pemberlakuan sanksi terhadap pelanggar Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) No.15 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 telah resmi diberlakukan di Sumbar dalam hal ini seperti di Padang.

 Senin (21/9), Pemko bersama unsur Forkopimda dan sejumlah pihak terkait langsung menggelar razia atau operasi yustisi penegakan Perda terkait ke sejumlah titik di Padang.

Kegiatan dimulai dari Apel Gabungan di halaman Mapolresta Padang. Setelah ada pembagian tugas, masing- masing personel yang dibagi dengan beberapa tim itu langsung tancap gas. Dimulai dari Pasar Raya Padang, lalu menuju Hotel Axana, jl. Hayam Wuruk, Pantai Padang dan berakhir di depan Kantor DPRD Sumbar.

Terlihat Wakil Walikota Hendri Septa bersama Kapolresta Padang AKBP Imran Amir disertai Dandim 0312/Padang Kolonel Arh Nova Mahanes Yudha, Kajari Padang Ranu Subroto, perwakilan Pengadilan Negeri Padang dan lainnya.

"Alhamdulillah, hari ini kita bersama semua pihak dan unsur Forkopimda di Padang melakukan razia penegakan pelaksanaan Perda AKB Provinsi Sumbar dan juga Perwako No.49 Tahun 2020 tentang Pola Hidup Baru Dalam Pandemi Covid-19. Upaya ini kita lakukan tidak main-main, karena sekarang sudah terdapat sanksi tegas bagi setiap pelanggar aturan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19tersebut," ujar Wawako Hendri di sela kegiatan.

Hendri juga menyebut, dalam razia yang dilakukan di beberapa titik mulai dari pukul 09.00 WIB sampai 13.00 WIB ini sedikitnya telah mendapati ratusan pelanggar. Rata-rata kesalahannya karena tidak menggunakan masker.

"Maka dari itu, bagi pelanggar Perda telah kita berikan langsung sanksi sosial sebagai sanksi awal. Mereka kita suruh membersihkan lingkungan sebagai bentuk peringatan bagi mereka yang masih bandel dan tidak mau memakai masker sesuai aturan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Sesuai aturan jika mereka kembali didapati melakukan pelanggaran yang sama nantinya maka akan dilanjutkan pemberian sanksi administratif berupa membayar denda maksimal Rp250 ribu. Bahkan jika terulang lagi untuk kesekian kalinya bisa berujung sanksi pidana kurungan selama 2 hari untuk memberikan efek jera secara tegas," jelasnya menegaskan.

Oleh maka dari itu, atas nama Pemko, Wawako Hendri Septa mengimbau kepada semua warga kota untuk mari bersama-sama bahu-membahu mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Padang.

"Kita ingin mewujudkan masyarakat yang sadar atas kondisi saat ini, bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Untuk itu kita memberikan peringatan bagi mereka yang melanggar. Kenapa, karena hampir semua masyarakat patuh dengan protokol kesehatan. Cuma bagi sebahagian yang membandel dan tidak mempedulikan protokol kesehatan ini yang harus kita sikapi bersama. Alhamdulillah, hari ini kita mulai bersama-sama memberikan contoh sekaligus sosialisasi dan penindakan akan pentingnya mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi yang belum berakhir sampai saat ini. Semoga dengan upaya ini Padang sebelumnya zona merah bisa menjadi zona hijau ke depan," tuturnya.

Sementara itu Kapolresta Padang AKBP Imran Amir mengatakan, sesuai dengan struktur dari gugus tugas penanganan Covid-19, Polri di sini berada dibawah koordinasi gugus tugas. 

"Jadi kami dari Polresta Padang dalam kegiatan operasi yustisi ini bersifat pengamanan kegiatan yang dilakukan oleh Pemko yaitu Sat Pol PP sebagai penegak Perda. Maka itu kita melakukan pengamanan kegiatan supaya dalam pelaksanaan kegiatan tidak ada masalah dengan masyarakat. Kami bersama unsur Forkopimda bergabung hari ini bahu-membahu dengan pemko menertibkan warga kota supaya patuh dengan protokol kesehatan terutama menggunakan masker saat ke luar rumah," jelasnya.(***)

Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Baca Dulu Baru Komentar - All Rights Reserved