arrow_upward

Ketua DPRD Padang Desak Disdik segera Carikan Solusi soal PPDB SMPa

Wednesday, 8 July 2020 : 23:00
Syafrial Kani.
Padang, AnalisaKini.id- Ketua DPRD Padang Syafrial Kani mendesak Dinas Pendidikan Padang segera memberikan solusi terkait keluhan orang tua peserta didik mengenai sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri melalui jalur zonasi yang mempertimbangkan umur di Padang.

"Kami meminta Dinas Pendidikan untuk segera merealisasikan solusi yang telah didiskusikan atas persoalaan ini," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan membahas solusi atas keluhan masyarakat terkait sistem PPDB SMP melalui jalur zonasi di Padang.

"Berdasarkan hasil pertemuan tersebut kami meminta agar Disdik Padang menambah ruang belajar bagi murid yang belum terdaftar di SMP. Karena masih ada sekitar 3.000 murid tamatan SD yang masih belum mendapatkan kuota di SMP Padang," ujar kader Gerindra ini.

Ia berharap keputusan tersebut segera direalisasikan agar keluhan masyarakat bisa segera diatasi.
"Kami akan tetap melakukan pengawasan terhadap Disdik sampai persoalan ini segera terselesaikan. Kami meminta keputusan itu secepatnya paling lambat besok pagi sudah ada kejelasannya," ujar Koordinator Komisi IV DPRD Padang ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Habibul Fuadi mengatakan pihaknya akan segera memyampaikan ke Pemerintah Kota Padang untuk segera direalisasikan.

Ia akan mengupayakan bagi murid yang mendaftar melalui jalur afirmasi supaya bisa masuk ke SMP di Padang.

"Hal ini dengan syarat siswa ini berasal dari keluarga tidak mampu dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikeluarkan oleh Pusdatin Kementerian Sosial Republik Indonesia," ucap mantan Kepala BKPSDM Padang ini.

Ia menyampaikan saat ini jumlah SMP yang mengikuti PPDB secara daring sekitar 43 sekolah.

"Ada satu sekolah yang belum menerapkan PPDB secara daring di Padang yaitu SMPN 14 di Kecamatan Pauh. Di sana terdapat tiga lokal dengan daya tampung sekitar 100 siswa. Kemudian pada tahun ini kami juga membuka filial SMP 26 untuk kawasan Padang Sarai. Penerimaan tersebut akan dilaksanakan setelah PPDB daring, dan saya rasa ini bisa sebagai solusi," paparnya

Ia mengatakan untuk penambahan daya tampung tersebut dua SMP filial diharapkan dapat menyelamatkan siswa yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dari Kementerian Sosial.

"Kita akan selamatkan. Namun bagi siswa yang memiliki nilai tinggi dan tidak mampu secara ekonomi, hal itu dibuktikan dengan terdaftar dalam DTKS. Kalau terdaftar maka akan kami upayakan," katanya

Ia mengatakan pada tahun ini lulusan SD di Padang sekitar 14.836 orang siswa. Sedangkan daya tampung di SMP Padang hanya 8.697 orang.

"Ada sekitar 3.000 lebih siswa yang tidak akan tertampung di SMP negeri Padang dan kondisi ini relatif tidak terlalu berubah polanya," kata dia. (***)

Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Baca Dulu Baru Komentar - All Rights Reserved