arrow_upward

Harta Empat Taipan Indonesia Ambles Puluhan Hingga Ratusan Triliun Rupiah karena Corona

Senin, 25 Mei 2020 : 11.56
Emas. (ist)
Jakarta, AnalisaKini.id - Menurut Bloomberg Billionaires Index, pandemi Covid-19 menguras kantong para konglomerat Indonesia. Bahkan nilai kekayaan empat dari lima taipan Indonesia, ambles selama lima bulan terakhir. 

Sejak awal tahun hingga 24 Mei 2020 (ytd), gabungan harta dua bersaudara pemilik Grup Djarum, Budi Hartono dan Michael Hartono merosot hingga US$ 11,83 miliar atau Rp174,91 triliun (dengan kurs Rp14.785 per dollar AS), menjadi US$ 21,4 miliar.


Bahkan prospek usaha keluarga Hartono, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga sedang tersendat. Hal itu terlihat dari harga saham BCA di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Rabu (20/5) berada di posisi Rp23.825 per saham.


Posisi itu sudah menyusut 28,77% dibandingkan posisi awal tahun senilai Rp33.450 per saham. Di periode yang sama, kapitalisasi pasar (market cap) BCA menguap Rp237,30 triliun, menjadi Rp587,41 triliun. 


Dilansir dari Indonesiainside.id, tapian berikutnya adalah Prajogo Pangestu, pemilik Grup Barito, juga mengalami harta ambles. Selama lima bulan terakhir, harta Prajogo merosot US$ 2,4 miliar (Rp35,48 triliun) menjadi US$ 6,24 miliar. 


Ini terbukti dalam lima bulan sejak awal tahun, harga saham PT Barito Pacific Tbk yang dimiliki Prajogo sebesar 71,53%, sudah menyusut 16,38% menjadi Rp 1.225 per saham. Di periode tersebut, market cap Barito Pacific menurun dari Rp21,36 triliun menjadi Rp109,05 triliun.


Tak hanya itu, Prajogo juga menguasai saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Namun, harga sahamnya sudah menyusut 32,60% (ytd) menjadi Rp6.925 per saham. Di periode yang sama, kapitalisasi pasarnya turun Rp59,74 triliun menjadi Rp123,50 triliun.

Berikutnya, Tan Siok Tjien, istri mendiang pendiri PT Gudang Garam Tbk (GGRM), mencatatkan harta kekayaan US$ 6,41 miliar, per 24 Mei 2020. Ternyata hartanya ambles sebesar US$1,4 miliar, selama lima bulan terakhir.

Namun, harta ambles tak menimpa Sri Prakash Lohia karena nilai kekayaannya justru bertambah, selama masa pandemi Covid-19.

Pendiri perusahaan petrokimia dan tekstil Indorama Corporation itu, ternyata membukukan harta kekayaan US$5,64 miliar, per 24 Mei 2020. Angka tersebut meningkat US$208 juta atau Rp3,08 triliun dibandingkan posisi awal tahun. (***)
Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved