PADANG, ANALISAKINI.ID--Dukungan terhadap kegiatan keagamaan di Masjid Al
Furqan, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, terus
mengalir. Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, menyerahkan 15 Al-Qur’an kepada anak-anak
yang berhasil meraih juara dalam berbagai lomba yang digelar untuk memeriahkan
kegiatan di bulan suci Ramadan, Kamis (5/3/2026).
Penyerahan Al-Qur’an tersebut menjadi
bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar generasi muda semakin mencintai
Al-Qur’an dan aktif dalam kegiatan keagamaan di masjid. Muhidi memberikan
motivasi kepada anak-anak dan remaja yang hadir tentang kunci meraih kesuksesan
di masa depan.
Seperti diketahui, Masjid Al Furqan
tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat dan ibadah semata, tetapi juga telah
menjadi pusat kegiatan sosial kemasyarakatan yang memberi manfaat luas bagi warga
sekitar.
Terkait hal ini, Muhidi kontan mengapresiasinya.
“Masjid ini bukan sekadar tempat salat atau ibadah saja, tetapi juga aktif
dengan berbagai kegiatan sosial seperti kongsi kematian, majelis taklim,
majelis yasin, hingga kegiatan ekonomi masyarakat. Hal seperti ini perlu
dipertahankan dan terus dikembangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD Sumatera Barat siap
menjalin kerja sama dengan masyarakat dan pengurus masjid, salah satunya
melalui kegiatan reses agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara
langsung.
“Kami sebagai anggota DPRD Provinsi
Sumatera Barat tentu bisa bekerja sama ke depan. Salah satunya melalui kegiatan
reses, sehingga masyarakat bisa lebih mudah menyampaikan aspirasi dan kebutuhan
mereka,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, salah satu
fokus program yang diperjuangkannya adalah pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM). Ia mengajak masyarakat, baik bapak-bapak, ibu-ibu, maupun
generasi muda yang memiliki usaha kecil untuk membentuk kelompok usaha agar dapat
bekerja sama dengan pemerintah.
“Salah satu program yang kami dorong
adalah pemberdayaan UMKM. Bagi bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak muda yang
punya usaha kecil, silakan membentuk kelompok usaha. Nanti kita bisa bekerja
sama untuk mengembangkan usaha tersebut,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya perubahan
pola pikir masyarakat dalam membangun ekonomi. Menurutnya, program pemberdayaan
yang dilakukan tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong perubahan
cara berpikir agar masyarakat lebih produktif.

